Lawan kata dari Husnudzon adalah Su'udzon, atau prasangka atau pemikiran yang buruk.
Memiliki pikiran buruk adalah tindakan memalukan yang merugikan baik pelaku maupun orang lain.
Pengertian Husnudzon atau Prasangka Baik Husnudzon adalah setiap pemikiran, anggapan, atau prasangka baik terhadap orang lain.
Husnudzon artinya mempunyai pendapat yang baik atau berpikir positif.
Penting untuk membiasakan berperilaku sopan dan mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan.
Kita boleh melakukan hal ini terhadap sesama selama mereka tidak melecehkan atau menindas kita.
Jika setiap orang terbiasa berperilaku kasih sayang terhadap satu sama lain, maka akan tercipta masyarakat yang rukun, serasi, dan saling peduli, sebagaimana yang dikehendaki Tuhan.
Permasalahan tidak lagi muncul karena prasangka buruk (su’udzon) sudah dihilangkan di kalangan mereka.
Perintah Allah tentang kebaikan SWT melarang prasangka buruk sebagaimana tercantum dalam surah Al-Qur'an berikut ini:
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, jauhkanlah dari banyak prasangka.
Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan tidak seorang pun dapat mencela sebagian yang lain karena prasangkanya.
Janganlah banyak bicara.
Adakah di antara kalian yang suka makan daging?
saudara-saudaramu yang sudah meninggal?
Wajar jika merasa jijik.
“Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Taubat lagi Maha Penyayang.
” (QS.
Al Hujurat: 12) Contoh Husnuzon atau Kebaikan Lalu mengapa kita memperlakukan orang lain seperti ini?
Apakah kita perlu berbuat baik kepada mereka?
atau berpikir positif tentang mereka?
Kita melakukan ini karena seringkali orang lain sebenarnya tidak seburuk yang kita kira.
Sebaliknya, orang yang berpenampilan sederhana bisa jadi mempunyai kelebihan dan kebaikan yang melebihi orang baik.
Tampilannya juga mewah.
Contoh niat baik lainnya adalah anggapan bahwa umat yang berbeda agama ingin menjaga hubungan baik satu sama lain.
Hukum fusnuzon terhadap sesama warga negara boleh atau boleh.
Ketika kita bersikap baik kepada orang lain, itu berarti kita menganggap mereka sebagai orang baik.
Sebaliknya jika kita mempunyai prasangka buruk (su’udzon) terhadap orang lain, yaitu jika kita menganggap orang tersebut bersalah, tentu hal ini dilarang dalam agama.
Fusnuzon dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak positif, namun pembiasaan suznuzon membawa dampak negatif bagi kehidupan kita dan orang lain.
Komentar
Posting Komentar